Senin, 10 September 2012

harapku mampu melawan hati

       Ingin ku pahami semua hal yang kualami, sampai kini pun aku tak mengerti mengapa hal ini terulang kembali. Menjalin hubungan dengan beberapa lelaki, mereka memberi rasa senang juga kesedihan dalam hati.
    Akulah wanita munafik, tersenyum dalam kepiluan yg mendalam. Percaya semua akan baik-baik saja walau hal itu hanyalah angan-angan belaka. Tak ingin membuat orang-orang sekitarku mengikuti kerapuhan hatiku hanya karna aku menagis. Namun akupun telah muak dengan segala senyum palsu ini, hidupku seakan dipenuhi sandiwara.
    Aku pula wanita yg lemah, tak dapat melawan walau yg kuhadapi mengundang amarah. Ingin ku terbebas dari semua kehampaan dan lepaskan dusta. Nyatanya aku tak berdaya saat mengingat kembali indahnya cinta.
    Entah bagaimana aku harus bertindak saat seseorang yg dicinta itu pergi perlahan meninggalkan segala rasa. Dimana seseorang itu telah sirna dari genggamanku, akupun hanya dapat mengikhlaskan. Itupun bohong..!! tak ada yg dapat kuat menahan kepedihan jika kehilangan. Tengah menikmati cinta dan merasa sangat nyaman dengan seseorang yg dicinta, namun secara mengejutkan semua direnggut oleh permasalahan hati.
    Kesulitan yg ditempuhi adalah diharuskan tegar saat teringat seseorang itu bukan lagi milikku. Persoalan hati yg sesak sering terjadi saat dimana ku dipertemukan dengan sesuatu yang dapat mengingatkanku pada penghuni hatiku dulu.
    Tak mungkin paksakan cinta bila hanya dalam satu pihak. Tak mungkin pula menyalahkan karna bagaimanapun seseorang itu telah ada dalam hatiku. Mengisi dan berikan cinta walau sesaat.
    Kulakukan ini setiap saat aku menangis dalam sepi, mendoakan orang-orang yg dulu pernah mencintaiku agar mereka dapat bahagia. Cinta tak mungkin ada dapat terbagi, musnah dan lenyap. Begitupun cintaku pada orang-orang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar