Sebatas teman, yang dulu kita awali.
Menjadi
pasangan, sempat terjadi.
Kau
buat ku terpana hebat.
Lalu
kau pergi dalam waktu singkat.
Bimbang
seketika kau akhiri.
Menangisi
pun tiada dapat kupahami.
Entah
dimana terdapatnya dosaku.
Seakan
kau membisu jika kutanyakan itu.
Waktu
berganti, masih ku begini.
Teringat
janji yang tak berguna lagi.
Bagai
kertas berwarna yang tertumpahi tinta.
Tak
kau hiraukan walau sekedar ku menyapa.
Tak
ingin jika harus selalu ku alami.
Apa
pikirmu sekalipun tak ku mengerti.
Jika
esok engkau tetap memilih diam.
Kan
ku coba hentikan semua impian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar