Bahkan menanyakan keadaanku
Sering kau mementingkan hal lain ketimbang putrimu
Itu kiraku dahulu mengenaimu
Setiap ku mengeyel ingin materi ataupun benda favorit, kau tak pernah tanggapi
Hanya pergi berpaling tanpa perdulikan protesku.
Kau lebih sering membanggakan anak lelakimu, karna ia tak pernah meminta benda yang tinggi akan harga.
Ku fikir, kau tak pernah adil padaku ayah.
Setelah aku menghiraukan keinginanku,
Semua itu hadir dengan secara tiba-tiba.
Ku tanyakan pada ibuku,
"apakah ini untukku..? Dari mana kau dapatkan uangnya..? "
Sang ibu hanya menjawab,
"ya, ayahmu yang membelikannya"
Aku terdiam saat itu . Seolah ada yang menahan tubuhku agar tak bergerak sedikitpun.
Sejuta tanya yang terlintas dipikirku.
Esoknya setelah ku pulang sekolah, tak langsung pulang tapi ku pergi bersama teman kerabatku.
Ibuku menelfon di tengah asyiknya ku bermain, menanyakan kapan ku pulang.
" iya, nanti jam 7an jg aku pulang, ibu kan sudah tau biasanya aku pulang larut. " Ko tumben tanya ?" jawabku santai.
" ayahmu yang menyuruh ibu menelfon. Ya sudah kalau begitu, pulangnya hati2 ya "
Aku kembali terdiam, mataku hampir meneteskan air mata. Secepatnya aku pulang ke rumah. Teman2 ku heran akan hal yg aku alami.
Setibanya di rumah, ku ucapkan salam.
Dan orang yang menjawab pertama kali adalah AYAH.
Orang yang selalu menjawab salamku pertama kali,
Orang yg selalu mengantar ku pergi kesekolah,
Orang yg selalu mau menjemputku ketika aku pulang malam hari.
Tanpa ku tahu, semua yg ia lakukan itu ternyata sangat berarti.
I love you dad,
:)
Sering kau mementingkan hal lain ketimbang putrimu
Itu kiraku dahulu mengenaimu
Setiap ku mengeyel ingin materi ataupun benda favorit, kau tak pernah tanggapi
Hanya pergi berpaling tanpa perdulikan protesku.
Kau lebih sering membanggakan anak lelakimu, karna ia tak pernah meminta benda yang tinggi akan harga.
Ku fikir, kau tak pernah adil padaku ayah.
Setelah aku menghiraukan keinginanku,
Semua itu hadir dengan secara tiba-tiba.
Ku tanyakan pada ibuku,
"apakah ini untukku..? Dari mana kau dapatkan uangnya..? "
Sang ibu hanya menjawab,
"ya, ayahmu yang membelikannya"
Aku terdiam saat itu . Seolah ada yang menahan tubuhku agar tak bergerak sedikitpun.
Sejuta tanya yang terlintas dipikirku.
Esoknya setelah ku pulang sekolah, tak langsung pulang tapi ku pergi bersama teman kerabatku.
Ibuku menelfon di tengah asyiknya ku bermain, menanyakan kapan ku pulang.
" iya, nanti jam 7an jg aku pulang, ibu kan sudah tau biasanya aku pulang larut. " Ko tumben tanya ?" jawabku santai.
" ayahmu yang menyuruh ibu menelfon. Ya sudah kalau begitu, pulangnya hati2 ya "
Aku kembali terdiam, mataku hampir meneteskan air mata. Secepatnya aku pulang ke rumah. Teman2 ku heran akan hal yg aku alami.
Setibanya di rumah, ku ucapkan salam.
Dan orang yang menjawab pertama kali adalah AYAH.
Orang yang selalu menjawab salamku pertama kali,
Orang yg selalu mengantar ku pergi kesekolah,
Orang yg selalu mau menjemputku ketika aku pulang malam hari.
Tanpa ku tahu, semua yg ia lakukan itu ternyata sangat berarti.
I love you dad,
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar